BREAKING NEWS

recentpost

Padi, komoditi utama warga Banyoneg Dajah


Padi merupakan komoditas utama yang ada di desa Banyoneng Daja, dimana sebagian besar warga desa yang berprofesi sebagai petani ini memiliki sawah sendiri yang ditanami padi. Para petani padi memiliki perkiraan tersendiri terkait pemberian pupuk pada tanaman padi, karena membutuhkan perhitungan yang tepat. 

Produksi padi di Kecamatan Geger cukup stabil. Menurut keterangan warga setelah 7 hari memasuki usia tanam, baru dilakukan peyebaran pupuk urea sesuai kebutuhan. Kemudian memasuki usia 20 hari diberikan pupuk urea dan KCL. 

Pemanenan tanaman padi dilakukan selama 3 bulan sekali. Hasil panen padi menurut ibu Zubaidah untuk sekali panen bisa mencapai 35 ton berat kotor. Ketika sudah memasuki waktu panen, padi-padi tersebut dibawa ke rumah kemudian dikeringkan 2 sampai 3 hari, setelah itu di sortir atau diberi kipas agar bisa dilakukan pemilihan padi berisi dengan yang busuk. 

Kemudian dijemur kembali untuk kedua kalinya sebelum dimasukkan ke dalam karung untuk disimpan. Memang tanaman padi ini biasanya warga tidak langsung menjual semua hasil panen, melainkan disimpan di dalam gudang sebagai persediaan kebutuhan pribadi. Namun ketika akan dijual maka padi tersebut harus dikeluarkan dari karung untuk dijemur kembali beberapa saat, lau dilakukan penggilingan. 

Padi, komoditi utama warga Banyoneg Dajah Reviewed by Moh. Adi Purnomo on Agustus 10, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Copyright © Banyuning Daya All rights reserved.
Powered By Blogger | Enhanced and Modified by Moh. Adi Purnomo and Endah Puji Astutik

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.